Nenek saya saat ini sudah berusia 78 tahun dengan kondisi kesehatan yang tidak baik, salah satunya fungsi ginjalnya yang buruk. Ketergantungannya pada obat-obatan sangat tinggi. Boleh dibilang tanpa obat, sekarang beliau tidak akan bisa bertahan sebaik ini.

Salah satu obatnya yang rutin diminum setiap hari adalah Ketosteril, obat khas penderita ginjal yang harganya cukup mahal. Dalam satu hari bisa menghabiskan 6 butir. Karena harganya yang mahal, maka saya tertarik untuk mencari tahu sebenarnya apa itu Ketosteril.

Setelah “Google”-ing, saya menemukan beberapa artikel terkait Ketosteril. Ternyata Ketosteril berfungsi untuk memasok asam amino pembentuk protein bagi penderita gangguan ginjal. Seorang penderita gangguan ginjal biasanya tidak diperbolehkan mengkonsumsi protein berlebihan, karena bisa memperburuk kondisi ginjalnya. Dengan Ketosteril, kebutuhan protein pasien tetap tercukupi dengan konsumsi makanan rendah protein.

Referensi:

Powered by Zoundry Raven

Sudah beberapa minggu terakhir penyakit flu dan batuk anak saya tidak pernah sembuh dengan tuntas. Mungkin karena penyakitnya tidak pernah hilang secara tuntas dari rumah saya. Mulai dari saya, istri hingga pembantu terkena flu secara bergiliran. Akhirnya kami pergi ke spesialis THT. Kami diperiksa dengan menggunakan kamera kecil yang bisa masuk jauh ke rongga telinga, hidung dan tenggorokan.

Salah satu yang mengejutkan kami adalah bahwa tekanan di telinga kanan anak kami sudah cukup tinggi hingga mencapai taraf yang mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan banyak lendir yang mulai mengental di dalam rongga telinga. Lendir ini masuk dari hidung dan tenggorokan melalui saluran kecil yang menghubungkan hidung dan telinga (saluran Eustachii). Bila tidak diobati dengan benar, maka tekanan yang berlebihan ini bisa menyebabkan tuli.

Oleh karena itu, pengobatan pertama yang diberikan adalah untuk segera mengeluarkan lendir tsb dari telinga. Dokter juga meminta agar selalu makan dan minum yang hangat/panas supaya lendir mencair dengan sendirinya dan keluar dari rongga telinga.

Lalu bagaimana tindakan pencegahannya pada orang/anak yang terkena flu/batuk? Usahakan agar lendir dapat segera keluar dari hidung/tenggorokan, jangan biarkan lama dan akhirnya mengental. Khusus pada bayi/anak yang belum bisa mengeluarkan sendiri lendirnya, orang tua bisa membantu menyedotnya dari rongga hidung, namun segera buang dan jangan sampai tertelan, karena lendir tsb penuh dengan kuman/virus/bakteri.
Beberapa artikel dan tulisan terkait lain yang bisa dijadikan refenrensi:

Sudah 1 minggu ini adik ipar saya mengeluh nyeri di sekitar lambungnya. Sakitnya tidak tertahankan hingga menyebabkan otot di sekitar perut pun menegang. Sudah beberapa kali minum obat maag namun tidak terlihat kemajuan yang berarti. Setelah ke dokter dan di USG, ternyata diagnosanya adalah Radang Empedu. Salah satu obat yang diberikan adalah Urdafalk.

Setelah itu saya pun “google”-ing dan mencari tahu seputar Radang Empedu, akhirnya saya temukan artikel “Jangan Remehkan Rasa Sakit Seperti Maag”. Ternyata Radang Empedu bisa berasal dari pola makan yang tidak baik dan apabila tidak ditangani dengan baik bisa berakhir dengan komplikasi terhadap organ tubuh lainnya. Saya juga menemukan di Yahoo! Answers yang bercerita pengalaman orang lain seputar Batu Empedu.

Salah satu pola makan yang bisa memicu terjadinya Radang Empedu adalah konsumsi berlebihan atas lemak dan adanya kuman dalam makanan yang di konsumsi. Konsumsi lemak yang belebihan bisa memicu terjadinya penumpukan ekstrak lemak di empedu, yang akhirnya mejadi kristal di empedu. Kristal ini bisa menimbulkan luka dan bila terdapat kuman, maka akhirnya menimbulkan infeksi/radang.

Oleh karena itu mulai sekarang sebaiknya kita menjaga agar pola makan, termasuk dari sisi kebersihannya.

Powered by ScribeFire.